Minggu, 26 April 2009

BELAJAR MENDUNIA DI NEGERI “KATUP DUNIA”




Kompetiblog Non-wartawan: tema tulisan “Studi di Belanda, ticket to a global community

Dari kecil gw emang suka banget sama sejarah. Meski masih terekam jelas di otak gw, dalam setiap kelasnya, pelajaran sejarah berhasil meninabobokkan beberapa temen gw yang emang pada anti ama ni subject! Huehehe…mungkin karena boring sama cerita perangnya Indonesia-Jepang-Belanda kali ya, jadilah tahun-tahun bersejarah jaman dulu dianggap peristiwa masa lalu yang kalo ujian tinggal dihapal angka dan pelakunya.

Hum…Dari pelajaran sejarah, gw sempet nyimpulin kalo sebenernya Indonesia tu punya beberapa “sodara tiri”. Hehehe. Yup, Belanda masuk dalam kategori gw! Negeri ini emang layak diacungin jempol. Four Thumbs Up for Holland! Weits…Gw bisa liat lo lo pada menyeringai ga jelas, sob! Ya…Ya..Ya..pasti lo semua pada mengernyitkan dahi yak?! Gini sob.., kalo kita liat dari sejarah ni ya.. Belanda dengan statusnya sebagai “Penjajah” bisa bertahan di negeri kita selama 350 tahun dan mengalahkan riwayat Jepang yang bercokol 3,5 tahun adalah bentuk rekor yang ga bisa disepelekan!

Yup, kali ini gw emang pengen sedikit nyinggung sejarah saudara tiri kita ini dengan perspektif yang dikit beda dari guru-guru sejarah kita. hoho…dilarang nguap baca ni tulisan! Jangan gara-gara gw ngomongin sejarah, lo pada kabur yak! Baca ni tulisan mpe tuntas.. : )

Sob, lu masih inget VOC kan? Nah, ada bagian dari sejarah VOC niy yang musti, kudu bin wajib diketahui! Tahun 1669, VOC merupakan perusahaan pribadi terkaya yang pernah dilihat dunia karena memiliki lebih dari 150 perahu dagang, 40 kapal perang, 50.000 pekerja, angkatan bersenjata pribadi dengan 10.000 tentara, dan pembayaran dividen 40%. Luar biasa! Tetapi, VOC dicatat buruk di sini, karena perannya sebagai kolonialis.

Harus diakui, VOC yang memperkenalkan konsep dan praktik perdagangan internasional pada Nusantara. Seperti yang dikatakan Drs Kwik Kian Gie dalam sebuah ceramah untuk memperingati 400 Tahun VOC di Den Haag, 20 Maret 2002, bahwa bukan saja VOC merupakan katalisator dengan dibukanya hubungan Nusantara dengan dunia barat, tetapi juga pionir dari penjajahan Indonesia oleh Belanda untuk waktu yang begitu lama.

Sumbangan yang diberikan VOC juga tidak kecil, karena walaupun dalam bentuk primitif, VOC telah meletakkan landasan untuk sebuah negara modern dengan rumah tangga yang teratur, seperti pembukuan, catatan harian, pegawai negeri tetap, pembagian fungsi-fungsi yang jelas, penganggaran, dan sistem perpajakan. VOC juga mewariskan perseroan terbatas (PT) sebagai badan hukum, sehingga dengan demikian tanpa itu tidak dapat dibayangkan adanya perekonomian modern.

Dan, kenapa gw nonjolin daftar putih alias prestasinya VOC…ya misinya sebenernya Cuma 1, pengen buat bangsa kita melek dan nyadar kalo sodara tiri kita punya potensi luar biasa yang bisa kita jadiin tempat untuk belajar!

Buat kalian yang pada suka bisnis or otak atik ilmu ekonomi, buruan nimba ilmu dagang di Belanda. Gw yakin, masih banyak resep-resep bisnis yang bisa diungkap dari negerinya si Van den Bosch yang terkenal dengan sistem kultuurstelsel-nya itu. Secara, Belanda emang sangat concern mengembangkan dunia perdagangannya. Sejarah mencatat, Belanda hanya bisa bergantung pada satu hal untuk hidup, yaitu perdagangan! Keadaan dimana perdagangan menjadi salah satu pilihan strategis untuk bertahan, menjadikan para saudagar Belanda harus memutar otak dalam rangka beradaptasi ditengah ‘himpitan’ Perancis dan Jerman, yang merupakan pusat prestise, aristokrasi dan kekuasaan Politik dan ekonomi Eropa dengan segala kemegahannya.

Manajemen perekonomian yang diterapkan Belanda sejak dulu memang berorientasi internasional dan mendunia. Berdasarkan berbagai sumber yang berhasil gw kumpulkan, Belanda memiliki Rotterdam, yang dalam sejarah tercatat sebagai salah satu kota perdagangan yang besar di Eropa. Hampir sebagian besar barang masuk ke Eropa melewati pelabuhan tersebut. Rotterdam merupakan kota pelabuhan yang sangat tua, dan perannya dalam mengembangkan perdagangan antarbenua selama ini sudah teruji.

Nah, buat kalian yang pengen berkiprah di bidang hukum, Belanda juga Gw rekomendasiin buat jadi tempat lo belajar! Di dunia hukum, Belanda kini mampu menjadi kiblatnya dunia hukum internasional. Ya, secara…hukumnya Indonesia sedikit banyak juga mengacu pada peninggalan Belanda, jadi Belanda emang udah pas banget buat kalian yang pengen jadi ahli hukum buat negeri kita tercinta…Hum..Masih perlu tambahan stength list-nya negeri tulip ini?

Oke sob, kalian semua pada bisa ngecek bahwa selain oke dalam dunia perdagangan dan hukum, Belanda memang cukup terkenal di bidang teknologi konstruksi, teknik sipil dan maritimnya, begitu pula di bidang seni rupa Belanda memiliki nama-nama besar seperti Rembrandt; Vermeer; dan Vincent Van Gogh.

Oya, ada satu lagi yang mungkin bisa nambah keyakinan kamu-kamu atas Belanda…Gw pernah browsing di internet, dan gw dapat info dari salah satu blog yang menuliskan pengalaman salah satu mahasiswa TU Delft Belanda, Stevie Heru Prabowo. Beliau memaparkan beberapa hal menarik seputar bidang desain industri di Belanda. Stevie Heru Prabowo menceritakan daftar alumni tempat dia menimba ilmu yakni TU Delft Belanda, yang konon berhasil jadi tokoh industrial design-nya dunia. Berikut daftar tokoh yang sempat dibahas oleh Stevie Heru Prabowo.

· Harm Lagaay, seorang automotive designer kawakan yang merupakan alumni TU Delft. Desainer Belanda inilah yang merancang mobil-mobil Porsche 911; 924; Porsche Carrera Series yang legendaris itu. Kemudian antara tahun 1977-1985 beliau juga pernah menjabat sebagai Chief Design di Ford. Lagaay pulalah yang mendesign BMW Z1 pada era 90 an, sebelum beliau akhirnya kembali ke Porsche menjadi Chief Styling Design di sana hingga usia pensiunnya di tahun 2004.

· Ada pula Adrian van Hooydonk lulusan Industrial Design TU Delft (1988), yang sejak 2004 lalu hingga kini beliau secara resmi menjabat sebagai Direktur Design di BMW Group, membawahi desainer-desainer pilihan BMW lainnya di seluruh dunia, Beliaulah yang memimpin tim desain yang merancang mobil-mobil keluaran BMW seri 3, seri 6, seri 7, BMW Z4 , BMW Z9, M1, dan BMW X6, yang sudah barang tentu tidak asing bagi kita, terutama para penggemar dunia automotif.

· Pininfarina, sebuah car design firm ternama di Italia dan juga di dunia yang merancang mobil-mobil dari brand terkemuka semacam Ferrari, Maserati, Cadillac, Nash, Peugeot, Jaguar, Volvo, Alfa Romeo, MG, Cisitalia, dan Lancia telah menempatkan Lowie Vermeesch, pria Belgia yang merupakan alumni fakultas Industrial Design Engineering TU Delft (1992), yang secara resmi ditunjuk mengomandani Design Department Pininfarina sejak Agustus 2007 lalu membawahi desainer-desainer automotive ternama lain yang bernaung di bawah Pininfarina.

· Tjeerd Hoek alumni Fakultas Industrial Design TU Delft, yang menjadi arsitek dan ujung tombak dari tim perancang interface dari semua program-program Microsoft Office; Windows XP; MSN; Internet Explorer; atau Windows Vista yakni sewaktu beliau menjabat sebagai Director of User Experience Microsoft. Karya terbarunya bersama Cees van Dok di Frog Design, yang juga merupakan alumni Industrial Design TU Delft, adalah interface Windows Media Player dan Yahoo Massenger versi 9 yang kalian gunakan untuk Windows Vista (WPF-powered version of Yahoo).

Busyet dah..makin biking gw ngiler belajar di Belanda aja! Hiks…

Ya begitulah sob, Belanda emang bener-bener serius menancapkan ilmu pengetahuan dalam kemasan yang apik. Komitmennya untuk menjadi pintu gerbang dunia, dibuktikan dengan memberi kesempatan bagi warga dunia untuk menimba ilmu di Belanda. Kemudahan yang diberikan melalui 1.300 Program Berpengantar Inggris berhasil menjadikan Belanda sebagai salah satu tempat belajar favorit bagi anak-anak Indonesia. Sekitar 2.500-3.000 pelajar Indonesia telah menempuh pendidikan tinggi di Belanda. Angka yang dikumpulkan Nuffic-Netherlands Education Support Office (NESO) itu mengantarkan Indonesia sebagai pengekspor pelajar internasional terbanyak keenam di Belanda. Hoho…banyak juga sodara setanah air yang nuntut ilmu disana ya…

So, mau studi di Belanda? Huehehe kayanya dah pada mupeng nih! Semangat Sob! Lewat ajang kompetiblog ini Gw sangat menyarankan kita semua bisa upgrade segala potensi dengan belajar dan berkarya di luar sana. Misinya kita satuin yuks…hum..hum..belajar mendunia di negeri “katup dunia” untuk bekal membangun Indonesia kita tercinta! Jiah…semangat bett…(Yo mesti…!) Hehe…

Kategori : non wartawan

Tag : Kompetiblog, Studi di Belanda

Sumber Gambar : http://mama-galang.co.cc